ambar arum

segala macam tulisan saya ada di sini

Kepemimpinan Shin Tae-yong, Hangat dan Tegas

Jelang pergantian tahun, tepatnya pada 27 Desember 2019, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi memperkenalkan Shin Tae-yong (STY) sebagai manajer pelatih tim nasional (timnas) Indonesia. Sejak itu, Indonesia memulai babak baru dalam sejarah sepak bola nasional.

Meskipun belum berhasil membawa piala apa pun, namun timnas Indonesia telah menorehkan sejumlah prestasi positif sepanjang kepemimpinan STY. Mulai dari menjadi runner-up Piala AFF 2020 dan 2023, juara 3 SEA Games 2021, lolos Piala Asia u-20 2023, lolos 16 besar Piala Asia 2023, hingga masuk ke semifinal Piala Asia u-23 2024. Semua prestasi timnas di tingkat senior membawa Indonesia naik peringkat FIFA dari 173 ke 134.

Pencapaian-pencapaian positif tersebut merupakan buah dari perjuangan banyak pihak, salah satunya adalah kepemimpinan STY yang akan kita bahas lebih mendalam dalam tulisan ini.

Apa Itu Kepemimpinan

Kepemimpinan itu sendiri merupakan proses interaksi sosial antara pemimpin (dalam hal ini STY sebagai manajer pelatih) dan para pengikutnya (yaitu para staff dan pemain). Dalam kepemimpinan terdapat proses saling mempengaruhi antara pemimpin dengan pengikutnya. Pemimpin sebagai pihak yang memiliki kekuasaan berperan lebih besar dalam hal mempengaruhi kelompoknya. Hasil dari pengaruh seorang pemimpin membuat pengikut memberikan reaksi yang beragam, bisa mematuhi, menuruti atau menolak arahan pemimpin. Sementara hasil dari kepemimpinan adalah tercapai atau tidaknya target, atau perubahan yang diharapkan oleh kelompok tersebut.

Gaya Kepemimpinan

Menurut Kartono (2003), terdapat 8 jenis tipe atau gaya kepemimpinan, antara lain sebagai berikut.

  1. Otokratis: otoriter, perintah tidak boleh dibantah, pemimpin memandang dirinya lebih.
  2. Paternalistik: mengutamakan kebersamaan, memperlakukan anggota dengan adil.
  3. Bebas (laissez faire): membiarkan anggotanya berbuat semuanya sendiri.
  4. Demokratis: memberi bimbingan yang efisien, dengan penekanan pada tanggung jawab dan kerjasama.
  5. Kharismatik: pemimpin memiliki aura atau daya tarik yang kuat untuk mempengaruhi orang lain.
  6. Militeristik: seperti tentara, kaku, menyenangi formalitas, komunikasi satu arah.
  7. Administratif: mampu menyelenggarakan tugas administrative secara efektif.
  8. Populis: mengutamakan kekuatan internal (nasionalisme), tidak percaya dukungan dari luar.

Kepemimpinan Shin Tae-yong Terhadap Pemain

Karena penulis memiliki keterbatasan akses untuk memantau kepemimpinan STY secara langsung, maka penulis mengandalkan keterangan dari para pemain yang terekam di berbagai media.  Dari situ penulis dapat menyimpulkan bahwa setidaknya ada 2 gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh STY yaitu otokratis dan paternalistik.

OTOKRATIS

STY melatih pemain Timnas Indonesia dengan otoriter. Ada kekuasaan mutlak di situ. Segala perintahnya harus diikuti oleh para pemain. STY juga merasa dirinya lebih dibanding para pemain.

Gaya kepemimpinan seperti ini wajar dan memang cocok untuk bidang olahraga karena memang pemain perlu ditempa dengan kedisiplinan oleh pelatih agar dapat terbentuk menjadi atlet yang Tangguh. STY merasa dirinya lebih juga merupakan suatu hal yang layak karena memang ia memiliki pengalaman bermain sepak bola jauh lebih banyak ketimbang para pemain, mengingat usia mereka terpaut jauh. Di masa mudanya STY memang merupakan pemain Timnas Korea Selatan dan sudah banyak tampil dalam kompetisi internasional.

Tipe otokratis barangkali tidak cocok diterapkan dalam kepemimpinan di organisasi kantoran karena pemimpin akan dianggap arogan sehingga tidak mendapat respek. Namun di dunia olahraga, gaya otokratis justru diperlukan supaya pemain memiliki mental-mental yang diperlukan oleh seorang atlet.

Kepemimpinan otokratis yang diterapkan STY tercermin dari nilai kedisiplinannya yang dominan. Hampir semua pemain mengaku bahwa gaya kepemimpinan STY mengandalkan disiplin yang tinggi.

“Kami dituntut bagaimana disiplin bangun pagi. Kemudian timbang badan. Makan antara jam sekian hingga jam sekian dan latihan sore dari jam sekian ke sekian.” – Saddil Ramdani

“Tidak ada perbedaan mencolok antara Shin Tae-yong dengan pelatih lain. Cuma soal disiplin, dia lebih ketat.” – Andy Setyo Nugroho.

STY juga membuat setidaknya 5 aturan tegas kepada para pemain. Apabila dilanggar, pemain bisa mendapatkan sanksi berupa denda atau bahkan dicoret dari skuad. Aturan tersebut antara lain:

  • Membatasi penggunaan media sosial
  • Memiliki berat badan ideal
  • Memberlakukan jam malam
  • Latihan tepat waktu
  • Melarang makan gorengan

Sudah ada beberapa pemain yang menjadi ‘korban’ ketegasan STY, contohnya Rifad Marasabessy, Osvaldo Haay, Marc Klok, Nurhidayat Haji Haris, Serdy Ephy Fano, Yudha Febrian, dll. Mereka kedapatan melanggar salah satu dari 5 aturan STY.

Soal disiplin waktu, STY tidak main-main. Ia pernah mengungkapkan bahwa pemain Indonesia cenderung lebih santai. Ketika STY melatih Timnas Korea Selatan, pemain di sana hanya butuh waktu 3 menit untuk siap mulai latihan. Sementara itu, pemain Indonesia bahkan belum siap setelah 15 menit.

PATERNALISTIK

Walau dikenal tegas, namun ada sisi lain dari kepemimpinan STY yaitu paternalistik. STY paham betul bahwa nilai-nilai kebersamaan sangat penting dalam sepak bola karena ini merupakan olahraga beregu. STY juga tidak membeda-bedakan pemain. Mereka yang melanggar, siapa pun itu, akan mendapatkan hukuman. Tidak ada pemain yang lebih spesial dibanding lainnya.

Sumber foto: Instagram Shin Tae-yong

Selain membentuk kerja sama tim dalam sesi Latihan, STY juga menjalin hubungan yang akrab dengan pemain-pemainnya. Dalam beberapa video latihan di PSSI dan dari ulasan berbagai media terungkap bahwa STY sering bercanda dan tidak sungkan untuk mengungkapkan apresiasi, motivasi dan rasa percaya terhadap para pemainnya. STY juga pernah menyebut bahwa salah satu alasan keberhasilan Garuda Muda lolos ke babak semifinal Piala Asia U-23 2024 adalah karena adanya kedekatan dengan para pemain.

“Mereka lebih muda dari putra sulung saya. Usia mereka hampir sama dengan putra kedua saya. Mereka menyukai saya dan menghormati saya. Saya pikir itu sebabnya kami memiliki hubungan yang baik. Saya bilang bahwa saya percaya mereka. Mereka termotivasi dan bermain bagus.” – STY

Untuk membuat suasana cair, STY seringkali bercanda atau berbuat usil kepada para pemainnya. Misalnya sebelum latihan dimulai, STY pernah meminta Achmad Figo bernyanyi sementara Rizky Ridho joget. Tidak hanya itu, STY juga kerap memberikan perhatian kepada pemainnya. Contohnya ia pernah membantu membalut kaki kanan Pratama Arhan dengan perban karena cedera. 

Kesimpulan

STY berhasil memadukan ketegasan dengan kelembutan. Mereka yang tidak disiplin akan mendapat sanksi, sementara yang disiplin akan mendapatkan kesempatan bermain di berbagai ajang Internasional. Ia juga tidak sungkan memberikan pujian bagi pemain yang memiliki performa baik. Budaya komunikasi yang diterapkan STY dalam memimpin timnas juga diterima dengan baik oleh para pemain sehingga tercipta ikatan yang kuat antara STY dengan pemainnya. Para pemain pun tidak sungkan untuk bercanda dangan STY, selama tidak dalam sesi latihan. Baik STY sebagai pemimpin maupun para pemain sama-sama dapat memahami tugas dan posisinya masing-masing secara profesional.

Gaya kepemimpinan yang diterapkan STY tersebut membuat iklim komunikasi yang terbentuk dalam timnas Indonesia menjadi positif. Karena di dalamnya ada nilai-nilai kedisiplinan yang membuat kualitas timnas secara fisik maju, namun juga ada kehangatan yang menciptakan kebersamaan. Hasilnya, timnas Indonesia lebih tangguh dan solid. Walaupun belum ada piala yang diraih, namun timnas sudah berproses ke arah yang jauh lebih baik. Tidak heran Erick Thohir sebagai pimpinan PSSI memutuskan untuk memperpanjang kontrak STY beberapa minggu lalu. Semoga sepak bola Indonesia terus maju!

Sumber:

Disclaimer: Tulisan ini merupakan bagian dari tugas perkuliahan S-2 Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina. Ditulis pada 11 Mei 2024. Isi teks semata untuk menganalisa sebuah peristiwa dari perspektif teori ilmu komunikasi.

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *